Bagaimana Jika Tidak Bisa Menulis?

Jun 17th, 2010 | By admin | Category: Menjadi Penulis, Wahyu Wijanarko

Saya menemukan banyak teman-teman saya yang antusias ingin menulis, dan banyak sekali ide yang ingin dikeluarkan, namun menghadapi kendala yang bersifat teknis.

Ide Datang dan Pergi Seketika
Terkadang ide bisa muncul di mana saja, kapan saja tanpa bisa diduga sebelumnya. Misalnya, saya memiliki ide membuat tulisan ini dalam perjalanan dari Palangkaraya ke Lamandau. Atau yang paling ekstrim, ide datang waktu saya ‘nongkrong’ di kamar mandi. Kadang, ketika sudah berada di kantor atau rumah dan ingin menulis di komputer, semua ide yang ada tadi hilang semua entah kemana sehingga saya gagal menulis. Akhirnya, saya menemukan cara yaitu dengan membawa gadget HP QWERTY, sehingga saya bisa mengetik ide saya di jalan. Kadang, saya pun mencatatnya di kertas supaya tidak lupa. Jadi, kuncinya adalah begitu suatu ide muncul, langsung dicatat agar tidak lupa.

Tidak Lancar Mengetik
Ada juga rekan-rekan saya yang mengalami masalah ketika akan mencurahkan isi pikirannya di depan komputer, yaitu karena tidak lancar mengetik. Untuk masalah seperti ini, caranya adalah tulis tangan saja, baru nanti diketik, atau kalau memang malas mengetik bisa dibawa ke rental atau pengetikan agar data di kertas bisa ditransfer ke komputer.

Tidak Bisa Membaca dan Menulis

Saya masih punya nenek buyut, saat ini masih hidup, tinggal di rumah bersama bapak ibu saya, usianya hampir 100 tahun. Beliau tidak bisa membaca dan menulis, namun semua ide, nasihat, dan pikirannya menurut saya luar biasa sebagai bekal dalam hidup. Karena semua nasihatnya berupa nasihat lisan, tidak semua anak cucu bisa mendengarnya setiap waktu. Seumpama saya dalam posisi sebagai nenek buyut yang ingin membuat buku, saya bisa mencari orang yang menuliskannya untuk saya. Banyak kisah Nabi-Nabi dalam kitab suci, yang menulis bukan Nabi-Nabi tersebut, namun para pengikutnya atau orang yang ditunjuk untuk menulis kisah mereka. Selain dengan cara tersebut, pada jaman sekarang teknologi sudah cukup maju sehingga kita tidak perlu menulis kalau memang tidak bisa menulis, namun bisa menuangkan ide dan pikiran melalui rekaman audio atau video. Jadi, kita bisa saja membawa alat perekam audio video ke mana saja, karena saat ini banyak alat perekam portabel berukuran mini yang mampu merekam banyak aktivitas kita sehari-hari.

Karena menulis tidak harus di kertas…

Wahyu Wijanarko

Tags:

2 comments
Leave a comment »

  1. bagaimana agar tulisan kita dimuat dalam surat kabar atau dapat diterbitkan ?

  2. menulis di blog dulu saja, kalau bagus dan banyak yang baca, itu awal mula anda siap menjadi penulis di surat kabar :)

Leave Comment