Bahaya Kepemimpinan yang Hanya Mengandalkan Posisi
Jun 20th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Putu Putrayasa“Saya sudah mengatakannya berulang kali pak, bahkan saya sudah sempat memarahi mereka, tapi belum juga apa yang saya katakan dilaksanakan” ungkap seorang manajer kepada saya, suatu ketika. Dari pembicaraannya, nampak bahwa ia mulai putus asa, bagaimana melaksanakan sebuah program kerja, menjadi sebuah budaya kerja.
Kepemimpinan dalam manajemen, memerlukan keahlian lebih dari sekedar menuliskan ide kemudian mengungkapkan kepada orang lain, untuk kemudian diikuti. Jika kepemimpinan semudah itu, maka semua orang tentu akan bisa menjadi pemimpin, tidak perlu ada jurusan manajemen, tidak perlu ada kelas MM atau kelas MBA. Banyak orang salah persepsi, bahwa ketika ia memegang sebuah posisi atau jabatan, maka otomatis orang lain dibawah struktur organisasinya, akan mengikuti apa yang dikatakan atau diperintahkan.
Mungkin saja itu terjadi pada awal-awalnya, tetapi John C. Maxwell mengatakan, “Pengaruh anda tidak akan berkembang diluar deskripsi pekerjaan anda. Semakin lama anda memimpin semata-mata karena posisi dan jabatan anda, maka akan semakin tinggi titik balik dan semakin rendah moral anda”.
Ketika anda menerima suatu posisi atau jabatan, mungkin saja karyawan akan segera mengikuti anda, tetapi tunggu dulu, mereka juga mengamati gaya manajemen atau kepemimpinan anda. Jika anda masih bekerja hanya karena mengandalkan anda sebagai manajer, sebagai direktur atau pemilik perusahaan, maka dengan segera hati para karyawan akan meninggalkan anda.
Mungkin anda bisa mereka melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka, apa yang ada di SOP dan Job Description mereka, tetapi tidak bisa mengikuti sesuatu yang diluar kekuasaan anda. mereka akan sulit diajak melakukan sesuatu yang baru atau untuk merencanakan suatu perubahan yang sangat diperlukan dalam perusahaan tersebut.
“Karyawan sulit sekali, diajak mengerjakan sesuatu diluar jam kerja pak” ungkap manajer yang lain lagi. ya, itulah akibat dari kepemimpinan yang hanya mengandalkan jabatan tanpa dikembangkan lebih tinggi lagi tingkatannya. karyawan menjadi karyawan tenggo (begitu teng (longceng) langsung Go..), bekerja hanya sebagai gugur kewajiban, minim kreatifitas dan inovasi, manajemen buruk dan rendahnya kualitas kerja yang berujung kepada kekecewaan pelanggan.
Apa jadinya perusahaan atau lembaga yang dipimpin oleh pemimpin yang mengandalkan jabatan atau posisi saja sebagai gaya kepemimpinannya? Kemunduran, minimnya regenerasi pemimpin dan akhirnya menurunnya produktifitas yang bahayanya, bahkan bisa berujung kepada kebangkrutan atau tutupnya perusahaan.
Anda tidak ingin menjadi pemimpin seperti itu bukan? jika tidak, segeralah melangkah kepada tingkat kepemimpinan berikutnya, yaitu tingkat Izin, tingkat Produksi, Tingkat Pengembangan Karyawan hingga menjadi Pemimpin yang Berhasil. Seperti apa yang diajarkan oleh John C. Maxwell tentang lima tingkat kepemimpinan. apa itu? silahkah anda baca artikel lainnya di www.desainulang.com atau di www.putuputrayasa.com
Salam Prestasi Indonesia
Putu Putrayasa
#Peraih REKOR MURI, Pendiri Perguruan tinggi termuda di usia 26 Tahun (www.akmi-baturaja.ac.id)
#Penulis buku “Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol”
#Penulis buku “Desain Ulang Hidup anda” oleh Gramedia Pustaka Utama
#Certified Neuro Linguistic Programming (NLP) dari Richard Bandler & Society of NLP USA
#Certified Communication Expert dari NLP Indonesia




saya,ingin anda lebih menciptakan ….buku motivasi…pola pikir smua umat manusia
meningkatkan percaya diri untuk menjalan kan bisnis networking sales marketing saya merasa percaya diri meningkat kan setelah membaca buku “DUHA” DESAIN ULANG HIDUP ANDA ” DISITU saya mngambil makna dan hikmah untuk menjalan kan bisnis networking sales marketing semoga setelah membaca buku buah karya anda SAYA dapat sucsess seperti anda dan bijaksana………..brou DICKY PRAMONO…
Senangnya bisa membaca tulisan pak putu…salam kenal ya pak…
Great…. Selamat atas semua pencapaian ini..
Sangat sederhana tetapi dapat menginspirasi semua orang..
Sekali lagi selamat, semoga kita dapat mencapai Mokshartam Jaghadita ya Ca Iti Dharma…
Damai Selalu.
oke, terimakasih saya adalahah salah satu hasil desain ulang pak putu, teriamsih dan jangan bosan untuk terus membimbing kami
Thanks……tulisannya…….dan salam kenal