Artikel Holystico

Bahaya Kepemimpinan yang Hanya Mengandalkan Posisi

Jun 20th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Putu Putrayasa

Kemunduran, minimnya regenerasi pemimpin dan akhirnya menurunnya produktifitas yang bahayanya, bahkan bisa berujung kepada kebangkrutan atau tutupnya perusahaan.



Surat Terbuka

Jun 17th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, C. IsmulCokro

Aku menemukan dukungan dan kadang slentingan yang bisa memacuku untuk mundur satu langkah tetapi maju seratus bahkan seribu langkah.



Anak-Anak Sebagai Team Kehidupan

May 25th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Putu Putrayasa

Melatih anak-anak, sebagai sebuah team, untuk menjadi keluarga yang bahagia, sukses sekaligus berkelimpahan, adalah seperti melatih team di perusahaan untuk mencapai goal setiap tahunnya.



Habitus Baru Berantas Korupsi

May 14th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Susidarto

Ramainya pengungkapan kasus korupsi pajak oleh GT belakangan ini, sebenarnya bisa dijadikan momentum bagi para penyedia jasa keuangan (PJK) untuk memulai habitus baru, yakni habitus untuk ikut program pemberantasa korupsi.



Pentingnya Karyawan Yang Inovatif Bagi Organisasi

May 6th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Eni Munarsih

Karyawan yang inovatif melakukan inovasi untuk menjual karyanya dan “dirinya” kepada perusahaan, agar dipandang memiliki nilai lebih dari karyawan lain.



Menanam Benih dalam Pikiran Bawah Sadar

May 4th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Putu Putrayasa

Benih sebuah impian perlu ditanamkan didalam pikiran bawah sadar anda. Gunakan kekuatan pikiran bawah sadar, sebagai cara membangunkan kekuatan holystic dalam pikiran bawah sadar anda.



Menabur Benih-Benih Kepemimpinan

May 4th, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Putu Putrayasa

Kepemimpinan bisa anda raih mulai sekarang ini juga. Lihatlah setiap orang memiliki orang-orang yang dipengaruhi hidupnya oleh orang lain. Itu artinya ia dipimpin oleh orang lain.



Menjual dengan Bahagia

May 1st, 2010 | By admin | Category: Artikel Holystico, Putu Putrayasa

Seorang sahabat Holystic bertanya, “Pak, gimana sich bapak bisa menjual dengan enak, mempengaruhi orang kok gampang…, sementara saya kok susah sekali?”. Sejenak saya tercenung, saya amati wajahnya, saya mencoba melihat sorot matanya, membayangkan bagaimana tutur bahasanya. Sedetik, bayangan saya melayang, bagaimana orang yang menerima penawarannya menanggapinya ketika ia mencoba meraih simpati prospeknya.